“Saya belum baca. tapi akan saya komentari”
Saya jadi heran. koq bisa ya ? belum baca tapi sudah bisa berkomentar. oh iya.. saya tahu pak.. bapak kan menteri. jadi tidak perlu bapak yang baca. suruh saja babu – babu bapak yang baca.. kan beres.. ah… betapa naifnya saya…
Explore posts in the same categories: Tak BerkategoriKaitkata: goerge yunus, gurita cikeas, pak menteri
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.